Kasmi Masih Ada Untuk Kamu
by afif on Nov.22, 2009, under
langkah terpontang-panting dengan tubuh penuh dengan lumut penghisap semangat pagi, tampaknya dia telah menyedot seluruh energiku, kepala pening berputar-putar dunia dikepalaku, hari ini tubuhku terasa lemas karena panas dingin di malam hari telah merenggutnya, tiiiit tiiiiit tiiiiiiiiiit berjerit ria HPku yang usang ketinggalan jaman, menari-narilah jempol kanan seperti telah hafal karena terlalu seringnya, memencet keypad yang telah hilang warna catnya...ku terima sms sahabatku 'bapak nggak ada', sontak tubuh yang lemah tadi seperti mendapat baterei baru, karena aku juga paham apa dari isi SMS tadi, baru beberapa detik aku berpikir aku mengerti ini bukan waktunya mengeluh, yupz kabar yang sangat buruk dalam hati akupun berkata inna lillahi wa inna ilaihi rojiun , sungguh kabar yang sangat buruk. tak tahu ingin berkata apa kau waktu itu, aku hanya mencoba berpikir sejenak...akhirnya aku putuskan untuk menghubungi semua teman, di kontrakan kecil yang pengap itu aku mulai untuk menghubungi mahmudi yang ketika itu dia baru berangkat ke malang, hampir 8-10 kali aku meneleepon namun tak ada yang mengangkat, aku sms gak ada yang bales, aku hanya bisa berperasangka baik bahwa mungkin saja dia sekarang berada dalam perjalanan tentunya tak bisa mengangkat teleponku...aku putuskan untuk menghungi yang lainnya, akhirnya kita sepakat untuk bareng kerumah umu pada keesokannya.., tak lama kemudian mahmudi menghubungiku, 'mat bapak'e umu gak enek' begitu ucapku 'lha kok iso' kelihatan dia tak menyangka seperti apa yang pertama kali aku mendengar kabarr itu. dengan kesepakatan kita akan pulang.
keesokannya aku kira hari ini ayam bukan hanya untuk membangunkan raga ini untuk sekedar ritual pagi pada umumnya tapi juga untuk turt merasakan kesedihan kawan terbaikku. di rintika huja yang mengguyur surabaya kami nekat menerobos rintangan kecil ini. berharap kami tidak terjebak macet yang menjenuhkan agar kami bisa bersana-sama bergabung dengan yang lain yang telah berangkat dahulu. setelah menyusuri jalan yang sangat panjang surabaya-bojonegoro, kami sampai lah di rumah mewah yang penuh dengan wajah-wajah kesedihan yang teramat dalam. kehilangan seorang tombak jiwa. akhirnya kami dapat bertemu kawan lama itu, meskipun dia tersenyum namun seakan-akan dia menyembunyikan rasa sedih itu......
tabahlah kawan.....
Kami masih ada untuk kamu
0 komentar